Waspadai 6 Gejala Difteri Berikut Ini

Waspadai 6 Gejala Difteri Berikut Ini

Gejala Difteri

Difteri merupakan penyakit akibat infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini termasuk infeksi serius yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae yang menyerang saluran pernafasan. Penyakit ini dapat ditularkan melalui percikan ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Kontak langsung dngan cairan dari saluran pernafasan penderita dan kulit yang terkelupas juga dapat menyebabkan penularan. Begitu juga benda-benda yang terkontaminasi bakteri. Ketika bakteri masuk ke dalam badan yang lemah dan tidak diimunisasi, bisa tertular penyakit ini.

Beberapa waktu yang lalu pemerintah telah menetapkan difteri sebagai KLB (kejadian luar biasa) di beberapa daerah di Indonesia. Pemerintah juga menggalakkan masyarakat untuk melakukan imunisasi untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Gejala difteri dapat ditunjukkan dengan tanda-tanda berikut;

Gejala difteri

Penyakit ini memiliki masa inkubasi selama 2 hingga 5 hari. Gejala awal difteri hampir sama dengan gejala penyakit saluran pernafasan lain.

Selain itu, gejala penyakit ini dapat berupa;

  • Terbentuk lapisan tipis yang menutupi tenggorokan dan amandel. Selaput itu semakin lama semakin menyebar. Kalau selaput diangkat, bisa berdarah karena selaput melekat sangat kuat. Jika tidak ditangani, selaput tersebut dapat turun ke laring atau paru-paru. Apabila sampai menyebar ke jantung dapat menyebabkan kematian.
  • Demam dan menggigil. Karena muncul akibat bakteri, demam yang diakibatkan tidak terlalu tinggi. Tetapi wajah penderita terlihat lemah.
  • Sakit tenggorokan dan suara menjadi serak
  • Sulit benafas atau nafas menjadi cepat, sesak nafas atau berbunyi ketika bernafas
  • Lemas dan lesu­
  • Pilek yang lama kelamaan menjadi kental dan bercampur darah

Difteri juga dapat menyerang kulit dan mengakibatkan luka seperti borok. Borok atau ulkus dapat sembuh, namun bekas lukanya sulit dihilangkan.

Gejala-gejala di atas tidak secara langsung tampak pada setiap orang yang terkontaminasi bakteri. Jika seseorang dalam kondisi bugar dan telah diimunisasi DPT secara lengkap, kemungkinan tertular penyakit ini sangat kecil.

Setelah mengenali gejala-gejala difteri di atas, Anda perlu mewaspadai jika terjadi terhadap orang-orang di sekitar Anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.